Selebtek.suara.com - Kasus penganiayaan terhadap David Ozora (17) oleh Mario Dandy Satrio (20), anak eks pejabat Dirjen Pajak Kemenkeu Rafael Alun berbuntut panjang. Terbaru, chat yang diduga jebakan sebelum penganiayaan terjadi beredar luas.
Isi pesan singkat atau chat yang viral di media sosial itu turut mencatut nama Agnes Gracia atau AG, kekasih Mario Dandy.
isi percakapan yang viral itu melalui chat WhatsApp antara Agnes dengan David. Percakapan diduga berlangsung sebelum penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy terjadi.
Dalam percakapan via WhatsApp yang beredar tersebut, terungkap bahwa Agnes diduga menjebak David untuk bertemu dengannya dengan alasan ingin mengembalikan kartu pelajar.
Baca Juga:Kedatangan Venna Melinda Seorang Diri ke Penjara Bikin Ferry Irawan Kaget! Benarkah Ada Intimidasi?
Padahal ketika itu, diketahui Agnes sedang bersama Mario Dandy yang sudah berniat ingin menganiaya David secara membabi buta hingga membuatnya koma.
Tangkapan layar yang beredar terjadi pada 20 Februari 2023 sekitar pukul 19.00 WIB.
Inilah isi transkrip percakapan via WA yang diduga antara Agnes dengan David yang viral di media sosial.
AG: Gue telfon brimob gue kalo lu batu
David: (mengirimkan voice chat)
AG: wereng aja yang turun
David: mager ngapain
AG: telfon coba
David: lu bilang ama tante lu yak
David: aneh
AG: tante gue dimobil
David: foto dah
David: mobil apaan?
AG: turun sekarang
David me-reply pertanyaan soal mobil apa: jawab dong
AG: camry
AG: lu kenapa gamau turun banget sih
Terkait percakapan tersebut, pihak Agnes memberi respons yang diwakili oleh pengacaranya, Mangatta Toding Allo.
Baca Juga:Agnes Gracia, Pacar Mario Dandy Akhirnya Ditahan Polisi Karena Terlibat Penganiayaan David!
Namun, Mangatta tidak bisa menjelaskan secara rinci apakah percakapan tersebut benar-benar terjadi antara David dan Agnes. Atau justru Mario Dandy yang sengaja menggunakan ponsel Agnes untuk memancing David.
"Itu dicek ke penyidik," kata Mangatta di Polda Metro Jaya dikutip Detikcom, Kamis (9/3).
Lebih lanjut Mangatta menjelaskan, isi percakapan tersebut sebenarnya masih panjang. Karenanya publik harus melihat isi percakapan itu secara utuh, bukan hanya penggalan saja agar tak menimbulkan persepsi berlebihan.
"Yang jelas itu chat-nya panjang, jadi harus dilihat secara utuh jangan sepotong-sepotong. Yang muncul kan sepotong," tandasnya.