Prediksi Badai Dahsyat Meleset, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

Ada dua hal yang menyebabkan prediksi melesat

Benu Khalid
Sabtu, 31 Desember 2022 | 14:18 WIB
Prediksi Badai Dahsyat Meleset, Ini Penjelasan Peneliti BRIN
Ilustrasi hujan badai (Pixabay)

Selebtek.suara.com - Pada tanggal 26 Desember 2022, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin melalui cuitan di akun Twitternya menyatakan hujan ekstrem dan badai dahsyat di Jabodetabek akan terjadi pada 28 Desember 2022.

"Siapa pun Anda yang tinggal di Jabodetabek dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022," tulis Erma di akun Twitternya, pada hari Senin (26/12/2022). 

Namun ternyata prediksi melalui cuitan tersebut tidak terjadi alis meleset. Erma Yulihastin dalam penjelasan yang diunggah di Facebook Jumat (30/12/2022), mengakui bahwa intensitas hujan pada akhir Desember tidak seekstrem yang diprakirakan sebelumnya dan mengatakan ada dua faktor yang menyebabkan prediksinya meleset.

"Yang meleset dari prediksi adalah intensitas hujan yang tidak ekstrem sehingga dampak yang ditimbulkan tidak separah yang diperkirakan," kata Erma.

Baca Juga:VIRAL! Diduga Ibu Kandung Norma Minta Maaf Usai Selingkuh dengan Menantu: Bagaimanapun Surga Di Telapak Kaki Ibu

Ketidaktepatan prakiraan intensitas hujan diakibatkan oleh pertama, matinya server Sadewa selama beberapa jam sehingga hasil prediksi untuk tanggal 28-29 Desember tidak diketahui.

Sadewa atau Satellite Disaster Early Warning System adalah sebuah sistem informasi peringatan dini bencana terkait kondisi atmosfer ekstrem yang didukung satelit dan model dinamika atmosfer. Sistem ini turut dikembangkan oleh BRIN. Input Sadewa sendiri di-update setiap enam jam sekali.

Penyebab kedua, suhu laut di utara Jakarta mendingin sehingga pasokan uap air dan kelembapan udara tidak maksimal untuk "membuat proses konveksi mendalam" dan hasilnynya intensitas hujan tidak sampai pada kategori esktrem.

Erma juga menerangkan tentang penggunaan istilah badai ekstrem dalam penjelasannya yang viral soal potensi cuaca ekstrem di Jabodetabek di akhir 2022. Dimana badai dahsyat digunakan untuk menggantikan istilah badai di Laut Jawa dan Samudra Hindia yang masih asing di telinga orag awam.

Erma menegaskan bahwa di Indonesia, karena letak geografisnya, tidak mungkin terjadi badai tornado seperti yang lazim terjadi kawasan sebelah utara dan selatan garis khatulistiwa.

Baca Juga:Bunda Corla Senang Nikita Mirzani Bebas, Netizen Singgung Soal Uang 100 Juta

BRIN sendiri menegaskan bahwa yang disampaikan salah satu penelitinya adalah pendapat pribadi. BRIN tetap mengacu pada BMKG sebagai lembaga yang berwewenang terkait urusan prakiraan cuaca.***

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

Ragam

Terkini

Tampilkan lebih banyak